Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap.
Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman, yang berkata: "Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?
"Berkata pulalah ia: "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"
Maka ia meninjaunya, lalu ia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.
Ia berkata (pula): "Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku, jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).
Maka apakah kita tidak akan mati? Melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)?
Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar. (37:50-60)
"Kamu adalah sebaik-baik umat yang dikeluarkan bagi manusia yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran"
Thursday, March 11, 2010
Wednesday, March 10, 2010
Pertelagahan di antara pengikut dan pemimpin di Padang Mahsyar
Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: "Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri". (14:21)
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.(14:22)
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.(14:22)
Wednesday, February 24, 2010
Rasulullah Adalah Insan Termulia
Kita mestilah berbangga menjadi umat kepada Nabi Mohammad saw kerana Baginda insan yang paling mulia dalam sejarah kehidupan manusia.
Tidak ada insan lain yang dapat menandingi kemuliaan baginda daripada zaman dahulu sehinggalah ke hari akhirat.
Disebabkan kehebatan dan kemuliaan bagindalah menyebabkan Allah swt telah melantik baginda menjadi utusannya iaitu Rasulullah di muka bumi ini.
Perlantikan Baginda sebagai Rasul bukanlah secara kebetulan sebagaimana yang difahami oleh sesetengah pihak. Samada kebetulan pada masa tersebut tak ada orang lain yang layak jadi rasul ataupun kebetulan pada zaman tersebut manusia hidup dalam keadaan jahiliyah.
Allah swt adalah Tuhan yang Maha Mengetahui samada yang tersembunyi ataupun yang nyata, samada yang sudah berlaku atau yang sedang berlaku ataupun yang belum belaku. Oleh yang demikian Allah swt sememangnya telah mengetahui sejak azali lagi yang mana tidak akan wujud manusia yang sehebat dan semulia Nabi Mohammad saw bermula daripada zaman Nabi Adam sehinggalah pada bila-bila masapun.
Disebabkan kemuliaan tersebutlah maka Allah swt telah memilih Nabi Mohammad saw sebagai utusan terakhir untuk menyelamatkan keseluruhan ummat manusia dan jin daripada jalan kesesatan.
Allah swt juga telah menurunkan al-quran kepada junjungan besar kita Nabi Mohammad saw. Kitab al-quran dan sunnah Bagindalah yang telah ditinggalkan kepada kita yang menjadi panduan untuk meneruskan kehidupan di muka bumi.
Firman Allah swt yang bermaksud: “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [2.129]
Kecintaan kita kepada Nabi Mohammad saw, mestilah berasaskan kepada kecintaan yang sejati. Rasulullah saw telah bersabda yang bermaksud: "Tidak sempurna iman kamu, sebelum ia lebih mencintai aku daripada mencintai ibu-bapanya, anaknya dan manusia umumnya".
Beriman dengan Rasulullah saw dan risalah yang telah dibawa oleh baginda merupakan satu tiket kepada kita untuk masuk ke dalam syurga Allah swt. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: "Demi Allah, yang jiwa Mohammad berada di tangannya, setiap orang yang telah mendengar Risalahku, baik ia Yahudi atau Nasrani, kemudian dia mati tanpa iman dengan Risalahku itu maka dia pasti masuk neraka".
Kita mestilah berbangga menjadi umat kepada Nabi Mohammad saw kerana Baginda insan yang paling mulia dalam sejarah kehidupan manusia.
Tidak ada insan lain yang dapat menandingi kemuliaan baginda daripada zaman dahulu sehinggalah ke hari akhirat.
Disebabkan kehebatan dan kemuliaan bagindalah menyebabkan Allah swt telah melantik baginda menjadi utusannya iaitu Rasulullah di muka bumi ini.
Perlantikan Baginda sebagai Rasul bukanlah secara kebetulan sebagaimana yang difahami oleh sesetengah pihak. Samada kebetulan pada masa tersebut tak ada orang lain yang layak jadi rasul ataupun kebetulan pada zaman tersebut manusia hidup dalam keadaan jahiliyah.
Allah swt adalah Tuhan yang Maha Mengetahui samada yang tersembunyi ataupun yang nyata, samada yang sudah berlaku atau yang sedang berlaku ataupun yang belum belaku. Oleh yang demikian Allah swt sememangnya telah mengetahui sejak azali lagi yang mana tidak akan wujud manusia yang sehebat dan semulia Nabi Mohammad saw bermula daripada zaman Nabi Adam sehinggalah pada bila-bila masapun.
Disebabkan kemuliaan tersebutlah maka Allah swt telah memilih Nabi Mohammad saw sebagai utusan terakhir untuk menyelamatkan keseluruhan ummat manusia dan jin daripada jalan kesesatan.
Allah swt juga telah menurunkan al-quran kepada junjungan besar kita Nabi Mohammad saw. Kitab al-quran dan sunnah Bagindalah yang telah ditinggalkan kepada kita yang menjadi panduan untuk meneruskan kehidupan di muka bumi.
Firman Allah swt yang bermaksud: “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [2.129]
Kecintaan kita kepada Nabi Mohammad saw, mestilah berasaskan kepada kecintaan yang sejati. Rasulullah saw telah bersabda yang bermaksud: "Tidak sempurna iman kamu, sebelum ia lebih mencintai aku daripada mencintai ibu-bapanya, anaknya dan manusia umumnya".
Beriman dengan Rasulullah saw dan risalah yang telah dibawa oleh baginda merupakan satu tiket kepada kita untuk masuk ke dalam syurga Allah swt. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: "Demi Allah, yang jiwa Mohammad berada di tangannya, setiap orang yang telah mendengar Risalahku, baik ia Yahudi atau Nasrani, kemudian dia mati tanpa iman dengan Risalahku itu maka dia pasti masuk neraka".
Wednesday, January 13, 2010
Ayat-ayat alquran yang menggambarkan hubungan ummat Islam dengan ahli kitab
[29.46] Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri".
[42.15] Maka karena itu serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya lah kembali (kita)"
[3.64] Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
[3.110] Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
[4.171] Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
[57.29] (Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikit pun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
[3.98] Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?"
[98.6] Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
[5.65] Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga yang penuh kenikmatan.
[5.66] Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.
[42.15] Maka karena itu serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya lah kembali (kita)"
[3.64] Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
[3.110] Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
[4.171] Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
[57.29] (Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikit pun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
[3.98] Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?"
[98.6] Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.
[5.65] Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga yang penuh kenikmatan.
[5.66] Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.
Saturday, November 21, 2009
Mengapa Aku Kurang Berjaya
Salam
Tahniah diucapkan kepada pelajar yang telah berjaya di dalam peperiksaan UPSR yang lepas. Semoga anda akan terus berusaha sehingga menjadi insan yang cemerlang di dunia dan akhirat. Kepada yang kurang berjaya, anda mestilah menjadikan keputusan ini sebagai iktibar/pengajaran kepada diri anda sendiri. Anda masih mempunyai masa yang panjang untuk memperbaiki diri, dan sebelum anda terus bersedih dengan keputusan yang diperolehi, saya ingin memberikan beberapa nasihat supaya anda bangkit untuk mencari kunci kejayaan.
Pertamanya tanyalah pada diri anda, "kenapa aku tidak mendapat keputusan yang baik seperti yang diperolehi oleh rakan-rakan aku yang lain". Pada hal aku juga dilahirkan daripada ibu bapa yang berjaya, abang atau kakak aku dulupun pernah mendapat 5A dalam peperiksaan yang sama, jiran akupun mendapat keputusan yang cemerlang bahkan kawan-kawan sekelas dan kawan-kawan sepermainan akupun ramai juga yang mendapat 5A.
Ini bermakna faktor persekitaran adalah amat kecil untuk dijadikan alasan mengapa anda kurang berjaya. Faktor yang paling besar adalah faktor diri anda sendiri. Diri anda sendirilah yang menentukan samada anda boleh berjaya ataupun gagal di dalam peperiksaan yang dihadapi. Anda sendiri sahaja yang tahu sejauh mana anda telah berusaha untuk mencapai kejayaan. Jika anda telah berusaha dengan gigih, tetapi kejayaan masih tidak memihak kepada anda, sudah tentu anda tidak akan tangisi kegagalan itu kerana anda yakin bahawa ianya bukan pilihan anda sebaliknya telah ditetapkan oleh Allah SWT sedemikian rupa.
Tetapi jika sebaliknya, yang mana anda tidak menunujukkan kesungguhan untuk belajar, anda lebih tumpukan kepada permainan berbanding pelajaran, anda banyak membuang masa dan sebagainya maka, adakah wajar anda menantikan keputusan yang cemerlang di dalam peperiksan yang dihadapi? Kata orang tua-tua, kajayaan tak datang bergolek tanpa usaha yang gigih dari diri anda sendiri.
Ayuh, lihat pada diri sendiri dan perbaiki mana-mana kelemahan yang ada. Tanamkan dalam diri anda, bahawa anda juga mampu untuk mencapai kejayaan. Kejayaan bukan sahaja milik ibu bapa anda, atau abang dan kakak anda, atau guru-guru anda, atau kawan-kawan anda, tetapi kejayaan juga adalah milik anda. Tidak ada sesiapapun yang boleh menghalang anda untuk mengecapi kejayaan. Sedarlah bahawa orang yang gagal ialah mereka yang hanya bersedih dan tidak mahu bangkit setelah jatuh, tetapi mereka yang jatuh kemudian bangkit memburu kejayaan, maka mereka inilah orang yang berjaya InsyaAllah.
Tahniah diucapkan kepada pelajar yang telah berjaya di dalam peperiksaan UPSR yang lepas. Semoga anda akan terus berusaha sehingga menjadi insan yang cemerlang di dunia dan akhirat. Kepada yang kurang berjaya, anda mestilah menjadikan keputusan ini sebagai iktibar/pengajaran kepada diri anda sendiri. Anda masih mempunyai masa yang panjang untuk memperbaiki diri, dan sebelum anda terus bersedih dengan keputusan yang diperolehi, saya ingin memberikan beberapa nasihat supaya anda bangkit untuk mencari kunci kejayaan.
Pertamanya tanyalah pada diri anda, "kenapa aku tidak mendapat keputusan yang baik seperti yang diperolehi oleh rakan-rakan aku yang lain". Pada hal aku juga dilahirkan daripada ibu bapa yang berjaya, abang atau kakak aku dulupun pernah mendapat 5A dalam peperiksaan yang sama, jiran akupun mendapat keputusan yang cemerlang bahkan kawan-kawan sekelas dan kawan-kawan sepermainan akupun ramai juga yang mendapat 5A.
Ini bermakna faktor persekitaran adalah amat kecil untuk dijadikan alasan mengapa anda kurang berjaya. Faktor yang paling besar adalah faktor diri anda sendiri. Diri anda sendirilah yang menentukan samada anda boleh berjaya ataupun gagal di dalam peperiksaan yang dihadapi. Anda sendiri sahaja yang tahu sejauh mana anda telah berusaha untuk mencapai kejayaan. Jika anda telah berusaha dengan gigih, tetapi kejayaan masih tidak memihak kepada anda, sudah tentu anda tidak akan tangisi kegagalan itu kerana anda yakin bahawa ianya bukan pilihan anda sebaliknya telah ditetapkan oleh Allah SWT sedemikian rupa.
Tetapi jika sebaliknya, yang mana anda tidak menunujukkan kesungguhan untuk belajar, anda lebih tumpukan kepada permainan berbanding pelajaran, anda banyak membuang masa dan sebagainya maka, adakah wajar anda menantikan keputusan yang cemerlang di dalam peperiksan yang dihadapi? Kata orang tua-tua, kajayaan tak datang bergolek tanpa usaha yang gigih dari diri anda sendiri.
Ayuh, lihat pada diri sendiri dan perbaiki mana-mana kelemahan yang ada. Tanamkan dalam diri anda, bahawa anda juga mampu untuk mencapai kejayaan. Kejayaan bukan sahaja milik ibu bapa anda, atau abang dan kakak anda, atau guru-guru anda, atau kawan-kawan anda, tetapi kejayaan juga adalah milik anda. Tidak ada sesiapapun yang boleh menghalang anda untuk mengecapi kejayaan. Sedarlah bahawa orang yang gagal ialah mereka yang hanya bersedih dan tidak mahu bangkit setelah jatuh, tetapi mereka yang jatuh kemudian bangkit memburu kejayaan, maka mereka inilah orang yang berjaya InsyaAllah.
Sunday, November 1, 2009
Keesaan Allah SWT
Salam
Tanggungjawab utama para rasul semenjak nabi Adam hinggalah kepada junjungan besar kita nabi Muhammad SAW ialah mengajak manusia supaya mengakui akan keesaan Allah swt. Kepercayaan terhadap keesaaan Allah ini membawa erti yang sangat besar yang menyebabkan para nabi dan para rasul ini telah ditentang dengan hebatnya oleh kaum mereka. Masyarakat zaman tersebut faham bahawa apabila mereka menerima konsep keesaan Allah, maka seluruh tindak tanduk mereka selepas ini termasuklah ibadat dan kehidupan seharian mereka mestilah hanya diserahkan kepada Allah SWT semata-mata. Ini bermakna jika dulu mereka boleh menyembah patung-patung di dalam ibadat mereka, maka apabila mereka menerima konsep keesaaan Allah maka mereka terpaksa meninggalkan segala sembahan tersebut.
Bukan itu sahaja, mereka juga yakin jika menerima apa yang diajar oleh para nabi maka seluruh sistem jual beli dan system pemerintahan juga mestilah mengikut sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Kalau dulu mereka boleh menindas, menzalimi dan memperlakukan apa sahaja mengikut selera mereka ke atas rakyat dan pengikut mereka, tetapi jika mereka menerima seruan yang dibawa oleh para Nabi dan para Rasul ini, maka kesemua mereka samada pemerintah ataupun rakyat hanya boleh tunduk kepada kebesaran Allah SWT sahaja. Kesemua manusia disisi Allah SWT adalah sama dan yang membezakan mereka adalah ketaqwaannya sahaja
Itulah kefahaman yang ada pada mereka yang menyebabakan mereka sanggup memfitnah dan memerangi para Nabi dan para Rasul supaya ajaran tersebut tidak dapat berkembang dan diterima oleh kaum mereka.
Kita bersyukur kepada Allah SWT kerana kita secara automatik telah dilahir dan dibesarkan daripada keluarga yang telah meyakini akan keesaan Allah SWT. Persoalanan yang perlu kita fikirkan ialah adakah pemahaman kita terhadap konsep keesaan Allah SWT ini sama dengan pemahaman ummat yang terdahulu ataupun sebaliknya.
Firman Allah SWT yang bermaksud:
“Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah. Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,” [2.138-139]
Marilah sama-sama kita mengusahakan supaya keyakinan kita kepada Allah SWT bukan sahaja pada bab penciptaan alam ini sahaja, tetapi keyakinan tersebut perlu diperluaskan ke seluruh kehidupan kita. Jika kita telah mengakui serta meyakini bahawa Allah adalah tuhan yang Maha Esa dan Allah yang Esa ini jualah yang telah menciptakan seluruh alam ini maka dengan itu sewajarnyalah kita hanya menyembah Allah di dalam semua keadaan atau aktiviti yang kita lakukan.
Firman Allah swt yang bermaksud “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. [2.21-22]
Wassalam
Tanggungjawab utama para rasul semenjak nabi Adam hinggalah kepada junjungan besar kita nabi Muhammad SAW ialah mengajak manusia supaya mengakui akan keesaan Allah swt. Kepercayaan terhadap keesaaan Allah ini membawa erti yang sangat besar yang menyebabkan para nabi dan para rasul ini telah ditentang dengan hebatnya oleh kaum mereka. Masyarakat zaman tersebut faham bahawa apabila mereka menerima konsep keesaan Allah, maka seluruh tindak tanduk mereka selepas ini termasuklah ibadat dan kehidupan seharian mereka mestilah hanya diserahkan kepada Allah SWT semata-mata. Ini bermakna jika dulu mereka boleh menyembah patung-patung di dalam ibadat mereka, maka apabila mereka menerima konsep keesaaan Allah maka mereka terpaksa meninggalkan segala sembahan tersebut.
Bukan itu sahaja, mereka juga yakin jika menerima apa yang diajar oleh para nabi maka seluruh sistem jual beli dan system pemerintahan juga mestilah mengikut sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Kalau dulu mereka boleh menindas, menzalimi dan memperlakukan apa sahaja mengikut selera mereka ke atas rakyat dan pengikut mereka, tetapi jika mereka menerima seruan yang dibawa oleh para Nabi dan para Rasul ini, maka kesemua mereka samada pemerintah ataupun rakyat hanya boleh tunduk kepada kebesaran Allah SWT sahaja. Kesemua manusia disisi Allah SWT adalah sama dan yang membezakan mereka adalah ketaqwaannya sahaja
Itulah kefahaman yang ada pada mereka yang menyebabakan mereka sanggup memfitnah dan memerangi para Nabi dan para Rasul supaya ajaran tersebut tidak dapat berkembang dan diterima oleh kaum mereka.
Kita bersyukur kepada Allah SWT kerana kita secara automatik telah dilahir dan dibesarkan daripada keluarga yang telah meyakini akan keesaan Allah SWT. Persoalanan yang perlu kita fikirkan ialah adakah pemahaman kita terhadap konsep keesaan Allah SWT ini sama dengan pemahaman ummat yang terdahulu ataupun sebaliknya.
Firman Allah SWT yang bermaksud:
“Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah. Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,” [2.138-139]
Marilah sama-sama kita mengusahakan supaya keyakinan kita kepada Allah SWT bukan sahaja pada bab penciptaan alam ini sahaja, tetapi keyakinan tersebut perlu diperluaskan ke seluruh kehidupan kita. Jika kita telah mengakui serta meyakini bahawa Allah adalah tuhan yang Maha Esa dan Allah yang Esa ini jualah yang telah menciptakan seluruh alam ini maka dengan itu sewajarnyalah kita hanya menyembah Allah di dalam semua keadaan atau aktiviti yang kita lakukan.
Firman Allah swt yang bermaksud “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. [2.21-22]
Wassalam
Sunday, August 2, 2009
Setelah lebih 40tahun baru le mengenali Minyak Kelapa Dara/Virgin Coconut Oil (VCO)
Salam
Alhamdulillah, setelah berumur lebih daripada 40tahun, barulah saya mengenali minyak kelapa dara ataupun “virgin coconut oil (VCO)”. Itupun mungkin disebabkan oleh penyakit ekzema yang agak kronik yang menimpa anak kelima saya Anfal. Minyak inilah yang buat masa ni menjadi peneman kepada anak saya bagi mengurangkan kegatalan yang dialaminya.
Sebenarnya pada kesempatan ini saya ingin berkongsi dengan saudara semua terutamanya kepada mereka yang belum mengenali apa itu minyak kelapa dara. Mungkin ada yang bertanya, tak ada topik lain ke nak dikongsikan dan kenapa topik ni yang perlu diperbesarkan. Sengaja saya nak besarkan topik ni kerana minyak kelapa dara ni berasal daripada pokok kelapa yang bersepah didapati terutamanya di zaman kita tinggal di kampong dulu. Sekarang ni mungkin susah nak jumpa pokok ni di rumah2 kita. Masa kecik2 dulu, tak ada bola yang nak disepak, putik2 kelapa yang kering ni le yang dijadikan mangsa.
Sejak dulu hinggalah sekarang, kita banyak menggunakan santan kelapa dalam masakan kita. Itupun macam2 kempen yang kita dengar supaya masakan tu jangan berlemak sangat kerana ianya membahayakan kepada kesihatan. Selain daripada tu, masa kecik dulu ada le opah saya buat minyak daripada santan untuk dijadikan minyak masak ataupun sebagai minyak rambut. Tapi sekarang ni boleh dikatakan dah jarang sangat kita buat minyak daripada santan kelapa dan lebih senang kita beli minyak kelapa sawit saja untuk dijadikan minyak masak. Buat apa nak susah2 kan. Selain dari itu, santan kelapa ini juga boleh diproses menjadi minyak yang dipanggil minyak kelapa dara/virgin coconut oil (VCO).
Daripada kajian awal yang telah dijalankan (bukan orang kita, tapi mat saleh yang sebelum tu mungkin tak pernah tengok pokok kelapa) mendapati minyak kelapa dara ini mempunyai khasiat yang sangat tinggi terutamanya untuk kesihatan badan kita. Menurut Prof Dr Jan J. Kabara, 1966 minyak kelapa dara ni mengandungi asid laurik yang tinggi yang mana asid laurik ini berperanan sebagai anti virus, anti bacteria, anti parasit dan anti kulat yang berkesan untuk tubuh badan kita. Oleh sebab itu VCO ni boleh membantu melegakan pelbagai penyakit terutamanya yang berpunca daripada mikrob di atas. Pada masa sekarang VCO banyak digunakan di dalam industry kosmetik.
Saya ingin mengingatkan diri saya dan tuan2 bahawa inilah kebesaran Allah swt yang telah diberikan kepada hambanya yang hidup di sebelah Asia. Pokok kelapa ni kalau kita campak di mana2 saja, insyaallah ianya akan tumbuh. Rupa2nya Allah swt telah menciptakannya bersama dengan khasiatnya sekali. Begitu juga di tempat2 lain yang mana Allah swt telah memberikan tanaman2 yang sesuai dengan keadaan mereka sebagai penawar yang membantu menyembuhkan penyakit. Cuma persoalanannya sejauh mana kita sedar/yakin bahawa ianya baik untuk kesihatan kita.
Oleh itu marilah sama2 kita mengkaji serta menggunakan sumber yang ada di sekeliling kita yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada kita yang banyak khasiatnya termasuklah VCO ini. Semoga Allah memberikan kesihatan yang baik kepada kita bagi memudahkan kita beribadah kepadaNya.
Wallahhuaklam
Zul
Alhamdulillah, setelah berumur lebih daripada 40tahun, barulah saya mengenali minyak kelapa dara ataupun “virgin coconut oil (VCO)”. Itupun mungkin disebabkan oleh penyakit ekzema yang agak kronik yang menimpa anak kelima saya Anfal. Minyak inilah yang buat masa ni menjadi peneman kepada anak saya bagi mengurangkan kegatalan yang dialaminya.
Sebenarnya pada kesempatan ini saya ingin berkongsi dengan saudara semua terutamanya kepada mereka yang belum mengenali apa itu minyak kelapa dara. Mungkin ada yang bertanya, tak ada topik lain ke nak dikongsikan dan kenapa topik ni yang perlu diperbesarkan. Sengaja saya nak besarkan topik ni kerana minyak kelapa dara ni berasal daripada pokok kelapa yang bersepah didapati terutamanya di zaman kita tinggal di kampong dulu. Sekarang ni mungkin susah nak jumpa pokok ni di rumah2 kita. Masa kecik2 dulu, tak ada bola yang nak disepak, putik2 kelapa yang kering ni le yang dijadikan mangsa.
Sejak dulu hinggalah sekarang, kita banyak menggunakan santan kelapa dalam masakan kita. Itupun macam2 kempen yang kita dengar supaya masakan tu jangan berlemak sangat kerana ianya membahayakan kepada kesihatan. Selain daripada tu, masa kecik dulu ada le opah saya buat minyak daripada santan untuk dijadikan minyak masak ataupun sebagai minyak rambut. Tapi sekarang ni boleh dikatakan dah jarang sangat kita buat minyak daripada santan kelapa dan lebih senang kita beli minyak kelapa sawit saja untuk dijadikan minyak masak. Buat apa nak susah2 kan. Selain dari itu, santan kelapa ini juga boleh diproses menjadi minyak yang dipanggil minyak kelapa dara/virgin coconut oil (VCO).
Daripada kajian awal yang telah dijalankan (bukan orang kita, tapi mat saleh yang sebelum tu mungkin tak pernah tengok pokok kelapa) mendapati minyak kelapa dara ini mempunyai khasiat yang sangat tinggi terutamanya untuk kesihatan badan kita. Menurut Prof Dr Jan J. Kabara, 1966 minyak kelapa dara ni mengandungi asid laurik yang tinggi yang mana asid laurik ini berperanan sebagai anti virus, anti bacteria, anti parasit dan anti kulat yang berkesan untuk tubuh badan kita. Oleh sebab itu VCO ni boleh membantu melegakan pelbagai penyakit terutamanya yang berpunca daripada mikrob di atas. Pada masa sekarang VCO banyak digunakan di dalam industry kosmetik.
Saya ingin mengingatkan diri saya dan tuan2 bahawa inilah kebesaran Allah swt yang telah diberikan kepada hambanya yang hidup di sebelah Asia. Pokok kelapa ni kalau kita campak di mana2 saja, insyaallah ianya akan tumbuh. Rupa2nya Allah swt telah menciptakannya bersama dengan khasiatnya sekali. Begitu juga di tempat2 lain yang mana Allah swt telah memberikan tanaman2 yang sesuai dengan keadaan mereka sebagai penawar yang membantu menyembuhkan penyakit. Cuma persoalanannya sejauh mana kita sedar/yakin bahawa ianya baik untuk kesihatan kita.
Oleh itu marilah sama2 kita mengkaji serta menggunakan sumber yang ada di sekeliling kita yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada kita yang banyak khasiatnya termasuklah VCO ini. Semoga Allah memberikan kesihatan yang baik kepada kita bagi memudahkan kita beribadah kepadaNya.
Wallahhuaklam
Zul
Subscribe to:
Posts (Atom)